<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-5730375004224735289</id><updated>2011-04-21T11:42:23.069-07:00</updated><title type='text'>Penyakit Kanker</title><subtitle type='html'></subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://seratsehat.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5730375004224735289/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://seratsehat.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>widi yulianto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04070809146214167066</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>3</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5730375004224735289.post-5536093593719469935</id><published>2011-02-15T21:13:00.000-08:00</published><updated>2011-02-15T21:13:50.785-08:00</updated><title type='text'>Pengobatan Kanker Getah Bening</title><content type='html'>Kanker kelenjar getah bening atau limfoma adalah kanker ganas yang berkaitan dengan sistem limfatik. Sistem limfatik merupakan bagian penting dari sistem kekebalan tubuh yang membentuk pertahanan alamiah tubuh melawan infeksi dan kanker. Cairan limfatik sendiri adalah cairan putih menyerupai susu yang mengandung protein lemak dan limfosit yang semuanya mengalir ke seluruh tubuh lewat pembuluh limfatik. Gejala umum yang dikrasakan penderita kanker kelenjar getah bening meliputi pembengkakan kelenjar getah bening pada leher, ketiak atau pangkal paha.&lt;br /&gt;&lt;h2 style="visibility: visible;"&gt;&lt;span&gt;Klasifikasi&lt;/span&gt; dan Gejala Kanker Getah Bening&lt;/h2&gt;&lt;h3 style="visibility: visible;"&gt;&lt;span&gt;1.&lt;/span&gt; Hodgkin’s&lt;/h3&gt;Merupakan jenis limfoma yang ditandai dengan pembesaran kelenjar getah bening dan limpa tanpa disertai rasa sakit. Kanker ini sangat progresif pada beberapa jaringan limfoid dan pertumbuhan abnormal sel terjadi secara cepat. Faktor resiko terkena kanker getah bening jenis Hodgkin's:&lt;br /&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Pria/wanita usia 15-38 tahun dan usia di atas 50 tahun.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Mempunyai kelainan dalam fungsi sistem kekebalan seluler tubuh (sel-T) meskipun produksi antibodi normal.&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;Gejala terkena kanker getah bening jenis Hodgkin's:&lt;br /&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Pembengkakan menyeluruh kelenjar getah bening disekujur tubuh : leher, ketiak, dan lipat paha (tidak terasa nyeri).&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Demam, berkeringat pada malam hari, kurang nafsu makan, dan berat badan turun.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Pada beberapa orang, kadang-kadang menyerang dada yang menyebabkan gangguan pernafasan.&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;Semakin berkembang, sel-sel abnormal akan menyebar ke kelenjar getah bening di sekitarnya dan mulai menyerang struktur lain termasuk paru-paru, hati, dan organ-organ abdominal.&lt;br /&gt;&lt;h3 style="visibility: visible;"&gt;&lt;span&gt;2.&lt;/span&gt; Non-Hodgkin&lt;/h3&gt;Merupakan kanker ganas yang berasal dari limfonodus dan jaringan limfe lainnya. Limfoma jenis ini lebih sering terjadi pada pria terutama pada usia di atas 50 tahun. Gejala-gejala kanker getah bening jenis non-hodgkin:&lt;br /&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Pembesaran kelenjar getah bening/limfonodus.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Pembesaran tonsil dan kelenjar adenoid, limfonodus di leher dan sekitarnya menjadi kemerahan.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Limfoma yang berkembang menunjukkan gejala demam, berkeringat pada malam hari, lelah, dan berat badan menurun.&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;h2 style="visibility: visible;"&gt;&lt;span&gt;Pengobatan&lt;/span&gt; Kanker Getah Bening&lt;/h2&gt;Jika anda memilih pengobatan kanker secara medis, maka cara-cara pengobatan kanker getah bening antara lain kemoterapi, terapi antibodi monoklonal, terapi radiasi, transplantasi, pembedahan, terapi eksperimental. Tetapi, pengobatan seperti di atas dapat menimbulkan efek samping negatif seperti kerontokan rambut, mual dan muntah, demam dan keringat pada malam hari, merasa lelah, serta penurunan berat badan akibat hilangnya nafsu makan. Bila ingin menghindari efek samping tersebut, Anda dapat mempertimbangkan alternatif pengobatan kanker getah bening dengan pengunaan herbal.&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.deherba.com/sarang-semut-terbukti-tumpas-kanker-tumor-dan-berbagai-penyakit-berat.html" title="Pengobatan Kanker Getah Bening"&gt;Sarang Semut&lt;/a&gt; adalah salah satu herbal dari Papua yang dapat Anda yakini khasiatnya karena telah terbukti secara empiris sebagai obat kanker dan tumor. Apa yang menjadikannya begitu berkhasiat menumpas kanker dan tumor? Kemampuan Sarang Semut secara empiris sebagai obat kanker tersebut diduga kuat berkaitan dengan kandungan flavonoidnya. Ada beberapa mekanisme kerja dari flavonoid dalam melawan kanker, misalnya inaktivasi karsinogen, antiproliferasi (menghambat proses perbanyakan sel abnormal pada kanker), penghambatan siklus sel, induksi apoptosis dan diferensiasi, inhibisi angiogenesis, dan pembalikan resistensi multi-obat atau kombinasi dari mekanisme-mekanisme tersebut.&lt;br /&gt;Selain itu, Sarang Semut juga mengandung Tokoferol. Tokoferol mirip vitamin E yang berefek antioksidan efektif. Menurut P&lt;strong&gt;rof Dr Elin Yulinah Sukandar,&lt;/strong&gt; Guru Besar Farmasi ITB, kandungan tokoferol itu cukup tinggi. Tokoferol berfungsi sebagai antioksidan dan antikanker. Ia menangkal serangan radikal bebas dengan cara antidegeneratif, katanya. Senyawa kaya vitamin E itu juga berfaedah sebagai antipenuaan. "Bila kita mengonsumsi banyak lemak dan radikal bebas, tokoferol akan mengatasinya", ujar &lt;strong&gt;Ahmad Sulaeman PhD&lt;/strong&gt;, Doktor ahli nutrisi alumnus University of Nebraska Lincoln. Selain itu, ia juga mengungkapkan, bahwa peran vitamin E bagi kesehatan amat vital, dimana ia mencegah asam lemak tak jenuh, komponen sel membran dari oksidasi oleh radikal bebas.&lt;br /&gt;Maka, kandungan senyawa ini juga merupakan salah satu senyawa yang memegang peranan penting sebagai antikanker.Penelitian menunjukkan bahwa alfa-tokoferol pada konsentrasi 12 ppm telah mampu meredam radikal bebas hingga 96%. Sedangkan Sarang Semut kaya akan antioksidan tokoferol, sampai sekitar 313 ppm. Maka tidak heran herbal ini dikenal memiliki reaksi yang cepat dalam membantu menumpas kanker, tumor, dan berbagai bentuk benjolan yang bisa menjadi tumor atau kanker.&lt;br /&gt;Tak heran jika penggunaan Sarang semut dalam pengobatan kanker getah bening makin diminati. Tanaman herbal ini telah terbukti secara empiris sebagai obat kanker, termasuk dalam pengobatan kanker getah bening. Dengan Sarang Semut Anda bisa mendapatkan kesembuhan dan kesehatan yang maksimal tanpa mengeluarkan banyak uang, tanpa harus melalui proses pengobatan yang panjang, menyakitkan, dan tanpa harus mengalami berbagai efek samping. Dalam banyak kasus, para penderita kanker sudah dapat merasakan hasilnya setelah 1-2 bulan penggunaan saja.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5730375004224735289-5536093593719469935?l=seratsehat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://seratsehat.blogspot.com/feeds/5536093593719469935/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://seratsehat.blogspot.com/2011/02/pengobatan-kanker-getah-bening.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5730375004224735289/posts/default/5536093593719469935'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5730375004224735289/posts/default/5536093593719469935'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://seratsehat.blogspot.com/2011/02/pengobatan-kanker-getah-bening.html' title='Pengobatan Kanker Getah Bening'/><author><name>widi yulianto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04070809146214167066</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5730375004224735289.post-6468171254450216027</id><published>2011-02-15T20:58:00.000-08:00</published><updated>2011-02-15T20:58:48.674-08:00</updated><title type='text'>Penyebab dan Gejala Kanker Rahim</title><content type='html'>&lt;div class="dd_content_wrap"&gt;&lt;b&gt;Mari&lt;/b&gt; kita membahas mengenai penyebab dan gejala kanker leher rahim, tapi sebelumnya kita perlu tahu apa sich kanker leher rahim tersebut? “Kanker leher rahim” adalah tumor ganas yang tumbuh di daerah leher rahim (serviks), yaitu suatu daerah pada organ reproduksi wanita yang merupakan pintu masuk ke arah rahim yang terletak antara rahim (uterus) dan liang senggama (vagina).&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.f-buzz.com/wp-content/uploads/2008/07/vagina.jpg"&gt;&lt;img alt="" class="aligncenter size-medium wp-image-544" height="290" src="http://www.f-buzz.com/wp-content/uploads/2008/07/vagina-300x290.jpg" title="vagina" width="300" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Kanker lehar rahim terjadi jika sel-sel yang ada di daerah tersebut membelah secara tak terkendali dan menjadi abnormal. Jika sel-sel tersebut terus membelah, maka akan terbentuk suatu massa jaringan yang disebut tumor. “Tumor” dapat bersifat jinak atau ganas. Jika tumor tersebut menjadi ganas, maka keadaanya disebut sebagai kanker leher rahim.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Penyebab kanker leher rahim&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;Penyebab dari terjadinya kelainan pada sel-sel leher rahim tersebut tidak diketahui secara pasti, tetapi terdapat beberapa faktor resiko yang dapat berpengaruh terhadap terjadinya kanker serviks tersebut :&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;br /&gt;1.&amp;nbsp;HPV (Human Papilloma Virus)&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;HPV adalah suatu virus yang dapat menyebabkan terjadinya kutil pada daerah genital (kondiloma akuminata), yang ditularkan melalui hubungan seksual. HPV sering diduga sebagai penyebab terjadinya perubahan yang abnormal dari sel-sel leher rahim.&lt;br /&gt;&lt;em&gt;2.&amp;nbsp;Merokok&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;Tembakau dapat menurunkan sistem kekebalan tubuh dan mempengaruhi kemampuan tubuh untuk melawan infeksi HPV pada serviks.&lt;br /&gt;&lt;em&gt;3.&amp;nbsp;Hubungan seksual pertama dilakukan pada &lt;a href="http://www.f-buzz.com/2008/07/09/apakah-resiko-seks-usia-muda/" title="Apakah Resiko Seks Usia Muda"&gt;usia dini&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;4.&amp;nbsp;Berganti-ganti pasangan seksual&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;5.&amp;nbsp;Gangguan sistem kekebalan tubuh&lt;br /&gt;6.&amp;nbsp;Pemakaian pil KB&lt;br /&gt;7.&amp;nbsp;Infeksi &lt;a href="http://www.f-buzz.com/2008/07/10/vaginitis-vulvitis/" title="Vaginitis - Vulvitis"&gt;herpes&lt;/a&gt; genitalis atau infeksi klamidia menahun&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Gejala Kanker Leher Rahim&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Pada awalnya perjalanan penyakit dari kanker leher rahim dapat berupa pembakal kanker atau lesi prakanker. Perubahan prekanker ini biasanya tidak menimbulkan gejala dan tidak terdeteksi kecuali jika wanita tersebut menjalani pemeriksaan panggul atau pap smear.&lt;br /&gt;Gejala biasanya baru muncul ketika sel serviks yang abnormal berubah menjadi keganasan dan menyusup ke jaringan sekitarnya. Pada saat ini dapat timbul gejala seperti gangguan menstruasi, perdarahan vagina, serta keputihan.&lt;br /&gt;Jika kanker berkembang makin lanjut maka dapat timbul gejala-gejala seperti:&lt;br /&gt;•&amp;nbsp;Berkurangnya nafsu makan, penurunan berat badan, kelelahan&lt;br /&gt;•&amp;nbsp;&lt;a href="http://www.f-buzz.com/2008/05/23/nyeri-saat-senggamaberhubungan/" title="Nyeri Saat Senggama Berhubungan"&gt;Nyeri panggul&lt;/a&gt;, punggung dan tungkai&lt;br /&gt;•&amp;nbsp;Keluar air kemih dan tinja dari vagina&lt;br /&gt;•&amp;nbsp;Patah tulang&lt;br /&gt;Mencegah lebih baik daripada mengobati, kenali dini diri dan tubuh anda, termasuk &lt;a href="http://www.f-buzz.com/2008/07/18/pencegahan-kanker-leher-rahim/" title="Pencegahan Kanker Leher Rahim"&gt;pencegahan&lt;/a&gt; kanker leher rahim ini.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5730375004224735289-6468171254450216027?l=seratsehat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://seratsehat.blogspot.com/feeds/6468171254450216027/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://seratsehat.blogspot.com/2011/02/penyebab-dan-gejala-kanker-rahim.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5730375004224735289/posts/default/6468171254450216027'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5730375004224735289/posts/default/6468171254450216027'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://seratsehat.blogspot.com/2011/02/penyebab-dan-gejala-kanker-rahim.html' title='Penyebab dan Gejala Kanker Rahim'/><author><name>widi yulianto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04070809146214167066</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5730375004224735289.post-2170148206310668724</id><published>2011-02-13T21:45:00.000-08:00</published><updated>2011-02-13T21:45:10.650-08:00</updated><title type='text'>Pengertian Tentang Penyakit Kanker</title><content type='html'>&lt;h1 class="firstHeading" id="firstHeading"&gt;Kanker&lt;/h1&gt;&lt;!-- /firstHeading --&gt;    &lt;!-- bodyContent --&gt;         &lt;!-- tagline --&gt;&lt;table class="metadata plainlinks ambox ambox-notice"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class="mbox-image"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;&lt;td class="mbox-text"&gt;&lt;small&gt;&lt;br /&gt;&lt;/small&gt;&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;div class="thumb tright"&gt; &lt;div class="thumbinner" style="width: 185px;"&gt;&lt;a class="image" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Berkas:Normal_cancer_cell_division_from_NIH.png&amp;amp;filetimestamp=20051002145250"&gt;&lt;img alt="" class="thumbimage" height="384" src="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/b/b7/Normal_cancer_cell_division_from_NIH.png" width="183" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;div class="thumbcaption"&gt; &lt;div class="magnify"&gt;&lt;a class="internal" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Berkas:Normal_cancer_cell_division_from_NIH.png&amp;amp;filetimestamp=20051002145250" title="Perbesar"&gt;&lt;img alt="" height="11" src="http://bits.wikimedia.org/skins-1.5/common/images/magnify-clip.png" width="15" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Ketika sel normal (A) rusak atau tua (2), mereka mengalami &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Apoptosis" title="Apoptosis"&gt;apoptosis&lt;/a&gt;  (1); sel kanker (B) menghindari &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Apoptosis" title="Apoptosis"&gt;apoptosis&lt;/a&gt;  dan terus membelah diri.&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;b&gt;Kanker&lt;/b&gt; atau &lt;a class="new" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Neoplasma&amp;amp;action=edit&amp;amp;redlink=1" title="Neoplasma (halaman belum tersedia)"&gt;neoplasma&lt;/a&gt;  ganas adalah &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Penyakit" title="Penyakit"&gt;penyakit&lt;/a&gt; yang ditandai dengan kelainan &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Siklus_sel" title="Siklus sel"&gt;siklus  sel&lt;/a&gt; khas yang menimbulkan kemampuan sel untuk:&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;tumbuh tidak terkendali (pembelahan sel melebihi batas normal)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;menyerang &lt;a class="mw-redirect" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Jaringan_%28biologi%29" title="Jaringan (biologi)"&gt;jaringan biologis&lt;/a&gt; di  dekatnya.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;bermigrasi ke jaringan tubuh yang lain melalui &lt;a class="new" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Sirkulasi_darah&amp;amp;action=edit&amp;amp;redlink=1" title="Sirkulasi darah (halaman belum tersedia)"&gt;sirkulasi  darah&lt;/a&gt; atau &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Sistem_limfatik" title="Sistem limfatik"&gt;sistem limfatik&lt;/a&gt;, disebut &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Metastasis" title="Metastasis"&gt;metastasis&lt;/a&gt;.&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;Tiga karakter ganas inilah yang membedakan kanker dari tumor jinak.  Sebagian besar kanker membentuk tumor, tetapi beberapa tidak, seperti &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Leukemia" title="Leukemia"&gt;leukemia&lt;/a&gt;.  Cabang ilmu kedokteran yang berhubungan dengan studi, diagnosis,  perawatan, dan pencegahan kanker disebut &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Onkologi" title="Onkologi"&gt;onkologi&lt;/a&gt;.&lt;br /&gt;Pada umumnya, sel kanker membentuk sebuah &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Tumor" title="Tumor"&gt;tumor&lt;/a&gt;,  kecuali pada leukemia. Reaksi antara &lt;a class="new" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Asam_tetraiodotiroasetat&amp;amp;action=edit&amp;amp;redlink=1" title="Asam tetraiodotiroasetat (halaman belum tersedia)"&gt;asam  tetraiodotiroasetat&lt;/a&gt; dengan &lt;a class="new" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Integrin&amp;amp;action=edit&amp;amp;redlink=1" title="Integrin (halaman belum tersedia)"&gt;integrin&lt;/a&gt;  adalah penghambat aktivitas &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Hormon" title="Hormon"&gt;hormon&lt;/a&gt; &lt;a class="mw-redirect" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Tiroksin" title="Tiroksin"&gt;tiroksin&lt;/a&gt; dan &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Tri-iodotironina" title="Tri-iodotironina"&gt;tri-iodotironina&lt;/a&gt; yang merupakan salah satu  faktor yang berperan dalam &lt;a class="new" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Angiogenesis&amp;amp;action=edit&amp;amp;redlink=1" title="Angiogenesis (halaman belum tersedia)"&gt;angiogenesis&lt;/a&gt;  dan proliferasi sel tumor.&lt;sup class="reference" id="cite_ref-0"&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kanker#cite_note-0"&gt;[1]&lt;/a&gt;&lt;/sup&gt;  Pertumbuhan yang tidak terkendali tersebut disebabkan kerusakan &lt;a class="mw-redirect" href="http://id.wikipedia.org/wiki/DNA" title="DNA"&gt;DNA&lt;/a&gt;,  menyebabkan &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Mutasi" title="Mutasi"&gt;mutasi&lt;/a&gt; di &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Gen" title="Gen"&gt;gen&lt;/a&gt; vital yang mengontrol pembelahan sel. Beberapa  mutasi mungkin dibutuhkan untuk mengubah sel normal menjadi sel kanker.  Mutasi-mutasi tersebut sering diakibatkan agen kimia maupun fisik yang  disebut &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Karsinogen" title="Karsinogen"&gt;karsinogen&lt;/a&gt;. Mutasi dapat terjadi secara spontan  (diperoleh) ataupun diwariskan (mutasi &lt;i&gt;germline&lt;/i&gt;). Kanker dapat  menyebabkan banyak gejala yang berbeda, bergantung pada lokasi dan  karakter keganasan, serta ada tidaknya metastasis. Diagnosis biasanya  membutuhkan pemeriksaan mikroskopik jaringan yang diperoleh dengan &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Biopsi" title="Biopsi"&gt;biopsi&lt;/a&gt;.  Setelah didiagnosis, kanker biasanya dirawat dengan &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Operasi" title="Operasi"&gt;operasi&lt;/a&gt;,  &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kemoterapi" title="Kemoterapi"&gt;kemoterapi&lt;/a&gt;,  atau &lt;a class="new" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Terapi_radiasi&amp;amp;action=edit&amp;amp;redlink=1" title="Terapi radiasi (halaman belum tersedia)"&gt;radiasi&lt;/a&gt;.&lt;br /&gt;Kebanyakan kanker menyebabkan &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kematian" title="Kematian"&gt;kematian&lt;/a&gt;.  Kanker adalah salah satu penyebab utama kematian di &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Negara_berkembang" title="Negara berkembang"&gt;negara berkembang&lt;/a&gt;. Kebanyakan kanker dapat dirawat dan  banyak disembuhkan, terutama bila perawatan dimulai sejak awal. Banyak  bentuk kanker berhubungan dengan faktor lingkungan yang sebenarnya bisa  dihindari. Merokok dapat menyebabkan banyak kanker daripada faktor  lingkungan lainnya. &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Tumor" title="Tumor"&gt;Tumor&lt;/a&gt; (&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Bahasa_Latin" title="Bahasa Latin"&gt;bahasa  Latin&lt;/a&gt;; pembengkakan) menunjuk massa jaringan yang tidak normal,  tetapi dapat berupa "ganas" (bersifat kanker) atau "jinak" (tidak  bersifat kanker). Hanya tumor ganas yang mampu menyerang jaringan  lainnya ataupun bermetastasis. Kanker dapat menyebar melalui &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kelenjar_getah_bening" title="Kelenjar getah bening"&gt;kelenjar getah bening&lt;/a&gt; maupun &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Pembuluh_darah" title="Pembuluh darah"&gt;pembuluh darah&lt;/a&gt; ke organ lain.&lt;br /&gt;&lt;table class="toc" id="toc"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt; &lt;td&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;script type="text/javascript"&gt;//&lt;![CDATA[if (window.showTocToggle) { var tocShowText = "tampilkan"; var tocHideText = "sembunyikan"; showTocToggle(); } //]]&gt;&lt;/script&gt; &lt;h2&gt;&lt;span class="editsection"&gt;&lt;/span&gt;&amp;nbsp;&lt;span class="mw-headline" id="Klasifikasi"&gt;Klasifikasi&lt;/span&gt;&lt;/h2&gt;&lt;div class="thumb tright"&gt; &lt;div class="thumbinner" style="width: 302px;"&gt;&lt;a class="image" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Berkas:Cancer_progression_from_NIH.png&amp;amp;filetimestamp=20060325173824"&gt;&lt;img alt="" class="thumbimage" height="188" src="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/f/f6/Cancer_progression_from_NIH.png/300px-Cancer_progression_from_NIH.png" width="300" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;div class="thumbcaption"&gt; &lt;div class="magnify"&gt;&lt;a class="internal" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Berkas:Cancer_progression_from_NIH.png&amp;amp;filetimestamp=20060325173824" title="Perbesar"&gt;&lt;img alt="" height="11" src="http://bits.wikimedia.org/skins-1.5/common/images/magnify-clip.png" width="15" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Perkembangan sel normal menjadi sel kanker&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;Pada umumnya, kanker dirujuk berdasarkan jenis &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Organ" title="Organ"&gt;organ&lt;/a&gt; atau &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Sel_%28biologi%29" title="Sel (biologi)"&gt;sel&lt;/a&gt; tempat terjadinya. Sebagai contoh, kanker yang  bermula pada &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Usus_besar" title="Usus besar"&gt;usus besar&lt;/a&gt; dirujuk sebagai &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kanker_usus_besar" title="Kanker usus besar"&gt;kanker usus besar&lt;/a&gt;, sedangkan kanker yang terjadi pada sel  basal dari &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kulit" title="Kulit"&gt;kulit&lt;/a&gt;  dirujuk sebagai &lt;a class="new" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Karsinoma_sel_basal&amp;amp;action=edit&amp;amp;redlink=1" title="Karsinoma sel basal (halaman belum tersedia)"&gt;karsinoma  sel basal&lt;/a&gt;. Klasifikasi kanker kemudian dilakukan pada kategori yang  lebih umum, misalnya:&lt;sup class="reference" id="cite_ref-1"&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kanker#cite_note-1"&gt;[2]&lt;/a&gt;&lt;/sup&gt;&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;a class="new" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Karsinoma&amp;amp;action=edit&amp;amp;redlink=1" title="Karsinoma (halaman belum tersedia)"&gt;Karsinoma&lt;/a&gt;,  merupakan kanker yang terjadi pada &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Jaringan_epitel" title="Jaringan epitel"&gt;jaringan epitel&lt;/a&gt;, seperti kulit atau jaringan yang  menyelubungi organ tubuh, misalnya organ pada &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Sistem_pencernaan" title="Sistem pencernaan"&gt;sistem pencernaan&lt;/a&gt; atau &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kelenjar" title="Kelenjar"&gt;kelenjar&lt;/a&gt;.  Contoh meliputi &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kanker_kulit" title="Kanker kulit"&gt;kanker kulit&lt;/a&gt;, &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kanker_leher_rahim" title="Kanker leher rahim"&gt;karsinoma serviks&lt;/a&gt;, &lt;a class="mw-redirect" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Karsinoma_anal" title="Karsinoma anal"&gt;karsinoma anal&lt;/a&gt;, &lt;a class="new" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Kanker_esofageal&amp;amp;action=edit&amp;amp;redlink=1" title="Kanker esofageal (halaman belum tersedia)"&gt;kanker  esofageal&lt;/a&gt;, &lt;a class="mw-redirect" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Karsinoma_hepatoselular" title="Karsinoma hepatoselular"&gt;karsinoma  hepatoselular&lt;/a&gt;, &lt;a class="new" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Kanker_laringeal&amp;amp;action=edit&amp;amp;redlink=1" title="Kanker laringeal (halaman belum tersedia)"&gt;kanker  laringeal&lt;/a&gt;, &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Hipernefroma" title="Hipernefroma"&gt;hipernefroma&lt;/a&gt;, &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kanker_lambung" title="Kanker lambung"&gt;kanker lambung&lt;/a&gt;, &lt;a class="new" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Kanker_testiskular&amp;amp;action=edit&amp;amp;redlink=1" title="Kanker testiskular (halaman belum tersedia)"&gt;kanker  testiskular&lt;/a&gt; dan &lt;a class="new" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Kanker_tiroid&amp;amp;action=edit&amp;amp;redlink=1" title="Kanker tiroid (halaman belum tersedia)"&gt;kanker  tiroid&lt;/a&gt;.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a class="new" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Sarkoma&amp;amp;action=edit&amp;amp;redlink=1" title="Sarkoma (halaman belum tersedia)"&gt;Sarkoma&lt;/a&gt;,  merupakan kanker yang terjadi pada &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Tulang" title="Tulang"&gt;tulang&lt;/a&gt;  seperti &lt;a class="new" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Osteosarkoma&amp;amp;action=edit&amp;amp;redlink=1" title="Osteosarkoma (halaman belum tersedia)"&gt;osteosarkoma&lt;/a&gt;,  &lt;a class="new" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Tulang_rawan&amp;amp;action=edit&amp;amp;redlink=1" title="Tulang rawan (halaman belum tersedia)"&gt;tulang rawan&lt;/a&gt;  seperti &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kondrosarkoma" title="Kondrosarkoma"&gt;kondrosarkoma&lt;/a&gt;, &lt;a class="mw-redirect" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Jaringan_otot" title="Jaringan otot"&gt;jaringan otot&lt;/a&gt; seperti &lt;a class="new" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Rabdomiosarcoma&amp;amp;action=edit&amp;amp;redlink=1" title="Rabdomiosarcoma (halaman belum tersedia)"&gt;rabdomiosarcoma&lt;/a&gt;,  jaringan adiposa, &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Pembuluh_darah" title="Pembuluh darah"&gt;pembuluh darah&lt;/a&gt; dan jaringan penghantar atau  pendukung lainnya.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Leukemia" title="Leukemia"&gt;Leukemia&lt;/a&gt;,&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Limfoma" title="Limfoma"&gt;Limfoma&lt;/a&gt;  dan &lt;a class="new" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Mieloma&amp;amp;action=edit&amp;amp;redlink=1" title="Mieloma (halaman belum tersedia)"&gt;Mieloma&lt;/a&gt; kanker  yang terjadi pada jaringan darah&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a class="new" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Melanoma&amp;amp;action=edit&amp;amp;redlink=1" title="Melanoma (halaman belum tersedia)"&gt;Melanoma&lt;/a&gt;  timbul dari &lt;a class="new" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Melanosit&amp;amp;action=edit&amp;amp;redlink=1" title="Melanosit (halaman belum tersedia)"&gt;melanosit&lt;/a&gt;.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a class="new" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Mesotelioma&amp;amp;action=edit&amp;amp;redlink=1" title="Mesotelioma (halaman belum tersedia)"&gt;Mesotelioma&lt;/a&gt;  pada &lt;a class="new" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Pleura&amp;amp;action=edit&amp;amp;redlink=1" title="Pleura (halaman belum tersedia)"&gt;pleura&lt;/a&gt; atau &lt;a class="new" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Perikardium&amp;amp;action=edit&amp;amp;redlink=1" title="Perikardium (halaman belum tersedia)"&gt;perikardium&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;h2&gt;&lt;span class="editsection"&gt;&lt;/span&gt;&amp;nbsp;&lt;span class="mw-headline" id="Ciri-ciri_sel_kanker"&gt;Ciri-ciri sel kanker&lt;/span&gt;&lt;/h2&gt;Jaringan kanker memiliki ciri morfologis yang sangat khas saat  diamati dengan &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Mikroskop" title="Mikroskop"&gt;mikroskop&lt;/a&gt;. Diantaranya berupa banyaknya jumlah sel  yang mengalami &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Mitosis" title="Mitosis"&gt;mitosis&lt;/a&gt;, variasi jumlah dan ukuran &lt;a class="mw-redirect" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Nukleus" title="Nukleus"&gt;nukleus&lt;/a&gt;, variasi ukuran dan bentuk sel, tidak  terdapat fitur selular yang khas, tidak terjadi koordinasi selular yang  biasa nampak pada jaringan normal dan tidak terdapat batas jaringan yang  jelas.&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Immunohistochemistry&lt;/i&gt; dan metode molekular lain digunakan untuk  menemukan ciri morfologis khas pada sel kanker/tumor, sebagai rujukan &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Diagnosis" title="Diagnosis"&gt;diagnosis&lt;/a&gt;  dan &lt;a class="new" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Prognosis&amp;amp;action=edit&amp;amp;redlink=1" title="Prognosis (halaman belum tersedia)"&gt;prognosis&lt;/a&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a class="new" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Hahn&amp;amp;action=edit&amp;amp;redlink=1" title="Hahn (halaman belum tersedia)"&gt;Hahn&lt;/a&gt; dan rekan  menggunakan ekspresi ektopik dari kombinasi antara &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Telomerase" title="Telomerase"&gt;telomerase&lt;/a&gt;  &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Transkriptase_balik" title="Transkriptase balik"&gt;transkriptase balik&lt;/a&gt; dengan &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Onkogen" title="Onkogen"&gt;onkogen&lt;/a&gt;  h-ras dan &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Antigen" title="Antigen"&gt;antigen&lt;/a&gt;  T dari &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Virus" title="Virus"&gt;virus&lt;/a&gt;  SV40 untuk menginduksi konversi tumorigenik pada sel &lt;a class="new" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Fibroblas&amp;amp;action=edit&amp;amp;redlink=1" title="Fibroblas (halaman belum tersedia)"&gt;fibroblas&lt;/a&gt;  dan sel epitelial &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Manusia" title="Manusia"&gt;manusia&lt;/a&gt;, yang terjadi akibat disrupsi pada lintasan  metabolik intraselular. Ciri &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Fenotipe" title="Fenotipe"&gt;fenotipe&lt;/a&gt;  dari sel kanker setelah mengalami transformasi dari sel normal, antara  lain:&lt;sup class="reference" id="cite_ref-2"&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kanker#cite_note-2"&gt;[3]&lt;/a&gt;&lt;/sup&gt;&lt;br /&gt;&lt;h3&gt;&lt;span class="editsection"&gt;&lt;/span&gt;&amp;nbsp;&lt;span class="mw-headline" id="Transformasi_in_vitro"&gt;Transformasi &lt;i&gt;in vitro&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h3&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Terjadi perubahan sitologi seperti pada sel kanker &lt;i&gt;in vivo&lt;/i&gt;  yaitu peningkatan &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Basofil" title="Basofil"&gt;basofil&lt;/a&gt; sitoplasmik, peningkatan jumlah dan ukuran &lt;a class="new" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Nuklei&amp;amp;action=edit&amp;amp;redlink=1" title="Nuklei (halaman belum tersedia)"&gt;nuklei&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Perubahan pada karakteristik perkembangan sel:&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;dl&gt;&lt;dd&gt;a. sulit mati walaupun telah mengalami diferensiasi berkali-kali&lt;/dd&gt;&lt;dd&gt;b. tumbuh berkembang yang tidak terhenti, walaupun telah berdesakan  dengan sel di sekitarnya, sehingga jaringan kanker memiliki kepadatan  yang tinggi&lt;/dd&gt;&lt;dd&gt;c. membutuhkan &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Serum_darah" title="Serum darah"&gt;serum&lt;/a&gt; dan &lt;a class="new" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Faktor_pertumbuhan&amp;amp;action=edit&amp;amp;redlink=1" title="Faktor pertumbuhan (halaman belum tersedia)"&gt;faktor  pertumbuhan&lt;/a&gt; lebih sedikit&lt;/dd&gt;&lt;dd&gt;d. tidak lagi membutuhkan lapisan antarmuka untuk berkembangbiak,  dan dapat tumbuh sebagai koloni bebas di dalam &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Medium" title="Medium"&gt;medium&lt;/a&gt;  semi-padat.&lt;/dd&gt;&lt;dd&gt;e. tidak memiliki kendali atas &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Siklus_sel" title="Siklus sel"&gt;siklus  sel&lt;/a&gt;&lt;/dd&gt;&lt;dd&gt;f. sulit mengalami apoptosis&lt;/dd&gt;&lt;/dl&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Perubahan pada struktur dan fungsi &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Membran_sel" title="Membran sel"&gt;membran  sel&lt;/a&gt;, termasuk peningkatan &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Aglutinasi" title="Aglutinasi"&gt;aglutinabilitas&lt;/a&gt;  karena &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Lektin" title="Lektin"&gt;lektin&lt;/a&gt;  herbal&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Perubahan pada komposisi &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Antarmuka" title="Antarmuka"&gt;antarmuka&lt;/a&gt;  sel, &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Glikoprotein" title="Glikoprotein"&gt;glikoprotein&lt;/a&gt;, &lt;a class="new" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Proteoglikan&amp;amp;action=edit&amp;amp;redlink=1" title="Proteoglikan (halaman belum tersedia)"&gt;proteoglikan&lt;/a&gt;,  &lt;a class="new" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Glikolipid&amp;amp;action=edit&amp;amp;redlink=1" title="Glikolipid (halaman belum tersedia)"&gt;glikolipid&lt;/a&gt;  dan &lt;a class="new" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Musin&amp;amp;action=edit&amp;amp;redlink=1" title="Musin (halaman belum tersedia)"&gt;musin&lt;/a&gt;, ekspresi &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Antigen" title="Antigen"&gt;antigen&lt;/a&gt;  tumorik dan peningkatan penyerapan &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Asam_amino" title="Asam amino"&gt;asam  amino&lt;/a&gt;, &lt;a class="new" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Heksos&amp;amp;action=edit&amp;amp;redlink=1" title="Heksos (halaman belum tersedia)"&gt;heksos&lt;/a&gt; dan &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Nukleosida" title="Nukleosida"&gt;nukleosida&lt;/a&gt;.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Tidak terjadi interaksi matriks sel-sel dan sel-ekstraselular,  sehingga tidak terjadi penurunan laju diferensiasi&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Sel kanker tidak merespon stimulasi &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Senyawa_organik" title="Senyawa organik"&gt;zat&lt;/a&gt; yang menginduksi diferensiasi, karena terjadi perubahan  komposisi antarmuka sel, termasuk komposisi &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Molekul" title="Molekul"&gt;molekul&lt;/a&gt;  pencerap zat bersangkutan.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Perubahan dalam mekanisme transduksi sinyal selular, termasuk pada  lintasan yang sangat fundamental, selain lintasan regulasi yang  mengendalikan fungsi pencerap faktor pertumbuhan, jenjang &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Fosforilasi" title="Fosforilasi"&gt;fosforilasi&lt;/a&gt;  dan &lt;a class="new" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Defosforilasi&amp;amp;action=edit&amp;amp;redlink=1" title="Defosforilasi (halaman belum tersedia)"&gt;defosforilasi&lt;/a&gt;.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Kemampuan untuk menginduksi &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Tumor" title="Tumor"&gt;tumor&lt;/a&gt; pada  model. Kemampuan ini yang menjadi &lt;i&gt;sine qua non&lt;/i&gt; yang  mendefinisikan kata "ganas" pada transformasi &lt;i&gt;in vitro&lt;/i&gt;. Walaupun  demikian, sel kanker yang tidak memiliki kemampuan seperti ini, tetap  memiliki sifat "tumorigenik" pada model yang lain.&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;h3&gt;&lt;span class="editsection"&gt;&lt;/span&gt;&amp;nbsp;&lt;span class="mw-headline" id="Transformasi_in_vivo"&gt;Transformasi &lt;i&gt;in vivo&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h3&gt;Transformasi pada sel &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Manusia" title="Manusia"&gt;manusia&lt;/a&gt; memerlukan akumulasi dari berbagai perubahan  genetik yang mengakibatkan ketidak-stabilan &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Genom" title="Genom"&gt;genomik&lt;/a&gt;,&lt;sup class="reference" id="cite_ref-PM10470089_3-0"&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kanker#cite_note-PM10470089-3"&gt;[4]&lt;/a&gt;&lt;/sup&gt;  seperti:&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Peningkatan ekspresi protein onkogen sebagai akibat dari  translokasi, amplifikasi dan mutasi pada &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kromosom" title="Kromosom"&gt;kromosom&lt;/a&gt;.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Tidak terdapat ekspresi protein dari gen "penekan tumor".&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Perubahan pada &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Metilasi_DNA" title="Metilasi DNA"&gt;metilasi DNA&lt;/a&gt;.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Terdapat kelainan transkripsi genetik yang menyebabkan kelebihan  produksi zat pendukung pertumbuhan, seperti IGF-2, TGF-α, faktor &lt;a class="new" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Angiogenesis&amp;amp;action=edit&amp;amp;redlink=1" title="Angiogenesis (halaman belum tersedia)"&gt;angiogenesis&lt;/a&gt;  tumor, PDGF, dan faktor pertumbuhan hematopoietik seperti CSF dan &lt;a class="new" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Interleukin&amp;amp;action=edit&amp;amp;redlink=1" title="Interleukin (halaman belum tersedia)"&gt;interleukin&lt;/a&gt;.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Tidak terjadi keseimbangan genetis, sehingga &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Proliferasi" title="Proliferasi"&gt;proliferasi&lt;/a&gt;  menjadi semakin tidak terkendali, peningkatan kemungkinan terjadinya &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Metastasis" title="Metastasis"&gt;metastasis&lt;/a&gt;.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Perubahan pada pola &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Enzim" title="Enzim"&gt;enzim&lt;/a&gt; dan peningkatan enzim yang berperan dalam &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Sintesis" title="Sintesis"&gt;sintesis&lt;/a&gt;  &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Asam_nukleat" title="Asam nukleat"&gt;asam nukleat&lt;/a&gt; dan enzim yang bersifat litik, seperti &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Protease" title="Protease"&gt;protease&lt;/a&gt;,  &lt;a class="new" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Kolagenase&amp;amp;action=edit&amp;amp;redlink=1" title="Kolagenase (halaman belum tersedia)"&gt;kolagenase&lt;/a&gt;  dan &lt;a class="new" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Glikosidase&amp;amp;action=edit&amp;amp;redlink=1" title="Glikosidase (halaman belum tersedia)"&gt;glikosidase&lt;/a&gt;.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Produksi &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Antigen" title="Antigen"&gt;antigen&lt;/a&gt; onkofetal, seperti antigen karsinoembrionik  dan &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Hormon" title="Hormon"&gt;hormon&lt;/a&gt;  plasentis (contoh: &lt;a class="new" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Gonadotropin&amp;amp;action=edit&amp;amp;redlink=1" title="Gonadotropin (halaman belum tersedia)"&gt;gonadotropin&lt;/a&gt;  korionik), atau &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Isoenzim" title="Isoenzim"&gt;isoenzim&lt;/a&gt; seperti &lt;a class="new" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Alkalina_fosfatase&amp;amp;action=edit&amp;amp;redlink=1" title="Alkalina fosfatase (halaman belum tersedia)"&gt;alkalina  fosfatase&lt;/a&gt; plasentis.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Kemampuan untuk menghindari respon antitumor dari inangnya.&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;Dari berbagai perubahan genetik tersebut, pada tumor pada manusia,  seringkali ditemukan translokasi &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kromosom" title="Kromosom"&gt;kromosom&lt;/a&gt;  yang menghasilkan produk &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kimerisme" title="Kimerisme"&gt;kimerik&lt;/a&gt;  dengan kemampuan transformasi menjadi sel tumor/kanker atau mengubah  ekspresi &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Onkogen" title="Onkogen"&gt;onkogen&lt;/a&gt;.&lt;sup class="reference" id="cite_ref-PM10470089_3-1"&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kanker#cite_note-PM10470089-3"&gt;[4]&lt;/a&gt;&lt;/sup&gt;&lt;br /&gt;&lt;h2&gt;&lt;span class="editsection"&gt;&lt;/span&gt;&amp;nbsp;&lt;span class="mw-headline" id="Ciri_dan_gejala"&gt;Ciri dan gejala&lt;/span&gt;&lt;/h2&gt;Ciri paraklinis umum pada &lt;a class="mw-redirect" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Sel_tumor" title="Sel tumor"&gt;sel tumor&lt;/a&gt; maupun kanker adalah produksi &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Asam_laktat" title="Asam laktat"&gt;asam  laktat&lt;/a&gt; dan &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Asam_piruvat" title="Asam piruvat"&gt;asam piruvat&lt;/a&gt; yang tinggi, &lt;a class="mw-redirect" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Oksidasi" title="Oksidasi"&gt;oksidasi&lt;/a&gt; &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Glukosa" title="Glukosa"&gt;glukosa&lt;/a&gt;  yang rendah, walaupun tidak selalu disertai &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Simtoma" title="Simtoma"&gt;simtoma&lt;/a&gt; &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Hipoksia" title="Hipoksia"&gt;hipoksia&lt;/a&gt;,  percepatan &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Lintasan_metabolisme" title="Lintasan metabolisme"&gt;lintasan&lt;/a&gt; &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Glikolisis" title="Glikolisis"&gt;glikolisis&lt;/a&gt;  dan perlambatan laju &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Fosforilasi_oksidatif" title="Fosforilasi oksidatif"&gt;fosforilasi oksidatif&lt;/a&gt;, dan pergeseran  lintasan glikolisis dari &lt;a class="mw-redirect" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Anaerob" title="Anaerob"&gt;anaerobik&lt;/a&gt; menjadi &lt;a class="mw-redirect" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Aerob" title="Aerob"&gt;aerobik&lt;/a&gt;, yang dikenal sebagai &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Efek_Warburg" title="Efek Warburg"&gt;efek  Warburg&lt;/a&gt;.&lt;sup class="reference" id="cite_ref-4"&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kanker#cite_note-4"&gt;[5]&lt;/a&gt;&lt;/sup&gt; Sel  kanker memiliki kecenderungan untuk menghasilkan &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Adenosina_trifosfat" title="Adenosina trifosfat"&gt;ATP&lt;/a&gt; sebagai sumber &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Energi" title="Energi"&gt;energi&lt;/a&gt;  dari lintasan &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Glikolisis" title="Glikolisis"&gt;glikolisis&lt;/a&gt; daripada lintasan &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Fosforilasi_oksidatif" title="Fosforilasi oksidatif"&gt;fosforilasi oksidatif&lt;/a&gt;. &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Faktor_transkripsi" title="Faktor transkripsi"&gt;Faktor transkripsi&lt;/a&gt; &lt;a class="new" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Ets-1&amp;amp;action=edit&amp;amp;redlink=1" title="Ets-1 (halaman belum tersedia)"&gt;Ets-1&lt;/a&gt; yang  ditingkatkan oleh &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Sekresi" title="Sekresi"&gt;sekresi&lt;/a&gt; &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Hidrogen_peroksida" title="Hidrogen peroksida"&gt;H&lt;sub&gt;2&lt;/sub&gt;O&lt;sub&gt;2&lt;/sub&gt;&lt;/a&gt; oleh &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Mitokondria" title="Mitokondria"&gt;mitokondria&lt;/a&gt;  merupakan salah satu pemegang kendali pergeseran metabolisme pada sel  kanker.&lt;sup class="reference" id="cite_ref-5"&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kanker#cite_note-5"&gt;[6]&lt;/a&gt;&lt;/sup&gt;  Ciri lain adalah rendahnya kadar &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Plasma_darah" title="Plasma darah"&gt;plasma&lt;/a&gt;  &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Vitamin_C" title="Vitamin C"&gt;vitamin  C&lt;/a&gt; yang ditemukan pada berbagai penderita kanker, baik dari  penderita dengan kebiasaan &lt;a class="mw-redirect" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Merokok" title="Merokok"&gt;merokok&lt;/a&gt;, maupun tidak.&lt;sup class="reference" id="cite_ref-6"&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kanker#cite_note-6"&gt;[7]&lt;/a&gt;&lt;/sup&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara umum, gejala kanker bisa dibadi menjadi kelompok&amp;nbsp;:&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Gejala lokal&amp;nbsp;: pembesaran atau pembengkakan yang tidak biasa &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Tumor" title="Tumor"&gt;tumor&lt;/a&gt;, &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Pendarahan" title="Pendarahan"&gt;pendarahan&lt;/a&gt;  (hemorrhage), &lt;a class="new" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Rasa_sakit&amp;amp;action=edit&amp;amp;redlink=1" title="Rasa sakit (halaman belum tersedia)"&gt;rasa sakit&lt;/a&gt;  dan/atau &lt;a class="mw-redirect" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Tukak_lambung" title="Tukak lambung"&gt;tukak lambung&lt;/a&gt;/ulceration.  Kompresi jaringan sekitar bisa menyebabkan gejala &lt;a class="new" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Jaundis&amp;amp;action=edit&amp;amp;redlink=1" title="Jaundis (halaman belum tersedia)"&gt;jaundis&lt;/a&gt; (kulit  dan mata yang menguning).&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Gejala pembesaran &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kelenjar_getah_bening" title="Kelenjar getah bening"&gt;kelenjar getah bening&lt;/a&gt; (lymph node), &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Batuk" title="Batuk"&gt;batuk&lt;/a&gt;, &lt;a class="new" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Hemoptisis&amp;amp;action=edit&amp;amp;redlink=1" title="Hemoptisis (halaman belum tersedia)"&gt;hemoptisis&lt;/a&gt;,  &lt;a class="new" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Hepatomegali&amp;amp;action=edit&amp;amp;redlink=1" title="Hepatomegali (halaman belum tersedia)"&gt;hepatomegali&lt;/a&gt;  (pembesaran hati), rasa sakit pada tulang, &lt;a class="mw-redirect" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Fraktur" title="Fraktur"&gt;fraktur&lt;/a&gt; pada tulang-tulang yang terpengaruh, dan  gejala-gejala neurologis. Walaupun pada kanker tahap lanjut menyebabkan  rasa sakit, sering kali itu bukan gejala awalnya.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Gejala sistemik&amp;nbsp;: berat badan turun, nafsu makan berkurang secara  signifikan, kelelahan dan &lt;a class="new" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Kakeksia&amp;amp;action=edit&amp;amp;redlink=1" title="Kakeksia (halaman belum tersedia)"&gt;kakeksia&lt;/a&gt;(kurus  kering), keringat berlebihan pada saat tidur/&lt;a class="new" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Keringat_malam&amp;amp;action=edit&amp;amp;redlink=1" title="Keringat malam (halaman belum tersedia)"&gt;keringat  malam&lt;/a&gt;, &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Anemia" title="Anemia"&gt;anemia&lt;/a&gt;,  &lt;a class="new" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Fenomena_paraneoplastik&amp;amp;action=edit&amp;amp;redlink=1" title="Fenomena paraneoplastik (halaman belum tersedia)"&gt;fenomena  paraneoplastik&lt;/a&gt; tertentu yaitu kondisi spesifik yang disebabkan  kanker aktif seperti &lt;a class="new" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Trombosis&amp;amp;action=edit&amp;amp;redlink=1" title="Trombosis (halaman belum tersedia)"&gt;trombosis&lt;/a&gt;  dan perubahan hormonal. Setiap gejala dalam daftar di atas bisa  disebabkan oleh berbagai kondisi (daftar berbagai kondisi itu disebut  dengan &lt;a class="new" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Diagnosis_banding&amp;amp;action=edit&amp;amp;redlink=1" title="Diagnosis banding (halaman belum tersedia)"&gt;diagnosis  banding&lt;/a&gt;). Kanker mungkin adalah penyebab utama atau bukan penyebab  utama dari setiap gejala.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Gejala &lt;a class="new" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Angiogenesis&amp;amp;action=edit&amp;amp;redlink=1" title="Angiogenesis (halaman belum tersedia)"&gt;angiogenesis&lt;/a&gt;  yang merupakan interaksi antara &lt;a class="mw-redirect" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Sel_tumor" title="Sel tumor"&gt;sel tumor&lt;/a&gt;, &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Sel_stromal" title="Sel stromal"&gt;sel  stromal&lt;/a&gt;, &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Sel_endotelial" title="Sel endotelial"&gt;sel endotelial&lt;/a&gt;, &lt;a class="new" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Fibroblas&amp;amp;action=edit&amp;amp;redlink=1" title="Fibroblas (halaman belum tersedia)"&gt;fibroblas&lt;/a&gt;  dan matriks ekstraselular.&lt;sup class="reference" id="cite_ref-7"&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kanker#cite_note-7"&gt;[8]&lt;/a&gt;&lt;/sup&gt;  Pada kanker, terjadi penurunan konsentrasi &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Senyawa_organik" title="Senyawa organik"&gt;senyawa&lt;/a&gt; penghambat pertumbuhan &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Pembuluh_darah" title="Pembuluh darah"&gt;pembuluh darah&lt;/a&gt; baru, seperti &lt;a class="new" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Trombospondin&amp;amp;action=edit&amp;amp;redlink=1" title="Trombospondin (halaman belum tersedia)"&gt;trombospondin&lt;/a&gt;,  &lt;a class="new" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Angiostatin&amp;amp;action=edit&amp;amp;redlink=1" title="Angiostatin (halaman belum tersedia)"&gt;angiostatin&lt;/a&gt;  dan &lt;i&gt;glioma-derived angiogenesis inhibitory factor&lt;/i&gt;, dan ekspresi  berlebih faktor proangiogenik, seperti &lt;i&gt;vascular endothelial growth  factor&lt;/i&gt;,&lt;sup class="reference" id="cite_ref-PM12516034_8-0"&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kanker#cite_note-PM12516034-8"&gt;[9]&lt;/a&gt;&lt;/sup&gt;  yang memungkinkan sel kanker melakukan &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Metastasis" title="Metastasis"&gt;metastasis&lt;/a&gt;.&lt;sup class="reference" id="cite_ref-9"&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kanker#cite_note-9"&gt;[10]&lt;/a&gt;&lt;/sup&gt;  Terapi terhadap tumor pada umumnya selalu melibatkan 2 peran penting,  yaitu penggunaan &lt;i&gt;anti-vascular endothelial growth factor monoclonal  antibodies&lt;/i&gt; untuk mengimbangi overekspresi faktor proangiogenik, dan  pemberian senyawa penghambat angiogenesis, seperti &lt;a class="new" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Endostatin&amp;amp;action=edit&amp;amp;redlink=1" title="Endostatin (halaman belum tersedia)"&gt;endostatin&lt;/a&gt;  dan &lt;a class="new" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Angiostatin&amp;amp;action=edit&amp;amp;redlink=1" title="Angiostatin (halaman belum tersedia)"&gt;angiostatin&lt;/a&gt;.&lt;sup class="reference" id="cite_ref-PM12516034_8-1"&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kanker#cite_note-PM12516034-8"&gt;[9]&lt;/a&gt;&lt;/sup&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Gejala &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Migrasi" title="Migrasi"&gt;migrasi&lt;/a&gt; sel tumor, yang ditandai dengan degradasi  matriks ekstraselular (ECM), jaringan ikat yang menyangga struktur sel,  oleh &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Enzim" title="Enzim"&gt;enzim&lt;/a&gt;  &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Metaloprotease#Metaloproteinase_matriks" title="Metaloprotease"&gt;MMP&lt;/a&gt;. Hingga saat ini telah diketahui 26  berkas &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Gen" title="Gen"&gt;gen&lt;/a&gt;  MMP yang berperan dalam kanker,&lt;sup class="reference" id="cite_ref-10"&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kanker#cite_note-10"&gt;[11]&lt;/a&gt;&lt;/sup&gt;  dengan pengecualian yang terjadi antara lain pada &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kanker_hati" title="Kanker hati"&gt;&lt;i&gt;hepatocellular  carcinoma&lt;/i&gt;&lt;/a&gt;.&lt;sup class="reference" id="cite_ref-11"&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kanker#cite_note-11"&gt;[12]&lt;/a&gt;&lt;/sup&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;h2&gt;&lt;span class="editsection"&gt;&lt;/span&gt;&amp;nbsp;&lt;span class="mw-headline" id="Penyebab"&gt;Penyebab&lt;/span&gt;&lt;/h2&gt;Kanker adalah penyakit yang 90-95% kasusnya disebabkan faktor  lingkungan dan 5-10% karena faktor genetik.&lt;sup class="reference" id="cite_ref-Enviro2008_12-0"&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kanker#cite_note-Enviro2008-12"&gt;[13]&lt;/a&gt;&lt;/sup&gt;.  Faktor lingkungan yang biasanya mengarahkan kepada kematian akibat  kanker adalah &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Tembakau" title="Tembakau"&gt;tembakau&lt;/a&gt; (25-30%), diet dan &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Obesitas" title="Obesitas"&gt;obesitas&lt;/a&gt;  (30-35&amp;nbsp;%), &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Infeksi" title="Infeksi"&gt;infeksi&lt;/a&gt; (15-20%), &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Radiasi" title="Radiasi"&gt;radiasi&lt;/a&gt;,  stres, kurangnya &lt;a class="new" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Aktivitas_fisik&amp;amp;action=edit&amp;amp;redlink=1" title="Aktivitas fisik (halaman belum tersedia)"&gt;aktivitas  fisik&lt;/a&gt;, &lt;a class="new" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Polutan_lingkungan&amp;amp;action=edit&amp;amp;redlink=1" title="Polutan lingkungan (halaman belum tersedia)"&gt;polutan  lingkungan&lt;/a&gt;.&lt;sup class="reference" id="cite_ref-Enviro2008_12-1"&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kanker#cite_note-Enviro2008-12"&gt;[13]&lt;/a&gt;&lt;/sup&gt;&lt;br /&gt;&lt;h3&gt;&lt;span class="editsection"&gt;[&lt;a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Kanker&amp;amp;action=edit&amp;amp;section=7" title="Sunting bagian: Bahan Kimia"&gt;sunting&lt;/a&gt;]&lt;/span&gt; &lt;span class="mw-headline" id="Bahan_Kimia"&gt;Bahan Kimia&lt;/span&gt;&lt;/h3&gt;&lt;div class="thumb tright"&gt; &lt;div class="thumbinner" style="width: 222px;"&gt;&lt;a class="image" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Berkas:Cancer_smoking_lung_cancer_correlation_from_NIH.svg&amp;amp;filetimestamp=20070814233438"&gt;&lt;img alt="" class="thumbimage" height="215" src="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/9/94/Cancer_smoking_lung_cancer_correlation_from_NIH.svg/220px-Cancer_smoking_lung_cancer_correlation_from_NIH.svg.png" width="220" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;div class="thumbcaption"&gt; &lt;div class="magnify"&gt;&lt;a class="internal" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Berkas:Cancer_smoking_lung_cancer_correlation_from_NIH.svg&amp;amp;filetimestamp=20070814233438" title="Perbesar"&gt;&lt;img alt="" height="11" src="http://bits.wikimedia.org/skins-1.5/common/images/magnify-clip.png" width="15" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Timbulnya penyakit kanker paru-paru sangat berkorelasi dengan konsumsi  rokok.Source:NIH.&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;Patogenesis kanker dapat dilacak balik ke &lt;a class="new" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Mutasi_DNA&amp;amp;action=edit&amp;amp;redlink=1" title="Mutasi DNA (halaman belum tersedia)"&gt;mutasi DNA&lt;/a&gt;  yang berdampak pada pertumbuhan sel dan metastasis. Zat yang menyebabkan  mutasi DNA dikenal sebagai mutagen, dan mutagen yang menyebabkan kanker  disebut dengan &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Karsinogen" title="Karsinogen"&gt;karsinogen&lt;/a&gt;. Ada beberapa zat khusus yang terkait  dengan jenis kanker tertentu. &lt;a class="new" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Rokok_tembakau&amp;amp;action=edit&amp;amp;redlink=1" title="Rokok tembakau (halaman belum tersedia)"&gt;Rokok  tembakau&lt;/a&gt; dihubungkan dengan banyak jenis kanker,&lt;sup class="reference" id="cite_ref-Sasco_13-0"&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kanker#cite_note-Sasco-13"&gt;[14]&lt;/a&gt;&lt;/sup&gt;  dan penyebab dari 90% &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kanker_paru-paru" title="Kanker paru-paru"&gt;kanker paru-paru&lt;/a&gt;.&lt;sup class="reference" id="cite_ref-14"&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kanker#cite_note-14"&gt;[15]&lt;/a&gt;&lt;/sup&gt;  Keterpaparan secara terus-menerus terhadap serat &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Asbestos" title="Asbestos"&gt;asbestos&lt;/a&gt;  dikaitkan dengan &lt;a class="new" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Mesothelioma&amp;amp;action=edit&amp;amp;redlink=1" title="Mesothelioma (halaman belum tersedia)"&gt;mesothelioma&lt;/a&gt;.&lt;sup class="reference" id="cite_ref-15"&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kanker#cite_note-15"&gt;[16]&lt;/a&gt;&lt;/sup&gt;.  Banyak &lt;a class="mw-redirect" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Mutagen" title="Mutagen"&gt;mutagen&lt;/a&gt; adalah juga karsinogen. Tetapi, beberapa  mutagen bukanlah karsinogen. &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Alkohol" title="Alkohol"&gt;Alkohol&lt;/a&gt;  adalah contoh bahan kimia bersifat karsinogen yang bukan mutagen.&lt;sup class="reference" id="cite_ref-16"&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kanker#cite_note-16"&gt;[17]&lt;/a&gt;&lt;/sup&gt;.  Bahan kimia seperti ini bisa menyebabkan kanker dengan menstimulasi  tingkat pembelahan sel. Tingkat replikasi yang lebih cepat, hanya  menyisakan sedikit waktu bagi enzim-enzim untuk memperbaiki DNA yang  rusak pada saat &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Replikasi_DNA" title="Replikasi DNA"&gt;replikasi DNA&lt;/a&gt;, sehingga meningkatkan  kemungkinan terjadinya mutasi. Riset selama beberapa dekade menunjukkan  keterkaitan antara penggunaan &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Tembakau" title="Tembakau"&gt;tembakau&lt;/a&gt;  dan kanker pada &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Paru-paru" title="Paru-paru"&gt;paru-paru&lt;/a&gt;, &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Laring" title="Laring"&gt;laring&lt;/a&gt;,  kepala, leher, perut, kandung kemih, ginjal, &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Esofagus" title="Esofagus"&gt;esofagus&lt;/a&gt;,  dan &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Pankreas" title="Pankreas"&gt;pankreas&lt;/a&gt;.&lt;sup class="reference" id="cite_ref-17"&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kanker#cite_note-17"&gt;[18]&lt;/a&gt;&lt;/sup&gt;.  Asap tembakau memiliki lebih dari lima puluh jenis karsinogen yang sudah  dikenali termasuk &lt;a class="new" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Nitrosamines&amp;amp;action=edit&amp;amp;redlink=1" title="Nitrosamines (halaman belum tersedia)"&gt;nitrosamines&lt;/a&gt;  dan &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Hidrokarbon_aromatik_polisiklik" title="Hidrokarbon aromatik polisiklik"&gt;hidrokarbon aromatik polisiklik&lt;/a&gt;.&lt;sup class="reference" id="cite_ref-Kuper_18-0"&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kanker#cite_note-Kuper-18"&gt;[19]&lt;/a&gt;&lt;/sup&gt;  Tembakau bertanggung jawab atas satu per tiga dari seluruh kematian  akibat kanker di negara-negara maju,&lt;sup class="reference" id="cite_ref-Sasco_13-1"&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kanker#cite_note-Sasco-13"&gt;[14]&lt;/a&gt;&lt;/sup&gt;  dan sekitar satu per lima di seluruh dunia.&lt;sup class="reference" id="cite_ref-Kuper_18-1"&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kanker#cite_note-Kuper-18"&gt;[19]&lt;/a&gt;&lt;/sup&gt;  Tingkat kematian akibat &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kanker_paru-paru" title="Kanker paru-paru"&gt;kanker paru-paru&lt;/a&gt; di Amerika Serikat mencerminkan pola &lt;a class="mw-redirect" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Merokok" title="Merokok"&gt;merokok&lt;/a&gt;, dengan kenaikan dalam pola merokok  diikuti dengan peningkatan yang dramatis dalam tingkat kematian akibat  kanker paru-paru. Walaupun begitu, jumlah perokok di seluruh dunia terus  meningkat, sehingga beberapa organisasi menyebutkannya sebagai &lt;i&gt;epidemik  tembakau&lt;/i&gt;.&lt;sup class="reference" id="cite_ref-19"&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kanker#cite_note-19"&gt;[20]&lt;/a&gt;&lt;/sup&gt;  Kanker yang berhubungan dengan pekerjaan seseorang diyakini memiliki  jumlah sebesar 2-20% dari semua kasus.&lt;sup class="reference" id="cite_ref-20"&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kanker#cite_note-20"&gt;[21]&lt;/a&gt;&lt;/sup&gt;&lt;br /&gt;&lt;h3&gt;&lt;span class="editsection"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="mw-headline" id="Radiasi_Ionisasi"&gt;Radiasi Ionisasi&lt;/span&gt;&lt;/h3&gt;Sumber-sumber &lt;a class="new" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Radiasi_ionisasi&amp;amp;action=edit&amp;amp;redlink=1" title="Radiasi ionisasi (halaman belum tersedia)"&gt;radiasi  ionisasi&lt;/a&gt;, seperti gas &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Radon" title="Radon"&gt;radon&lt;/a&gt;, bisa menyebabkan kanker. Keterpaparan  terus-menerus terhadap &lt;a class="new" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Radiasi_ultraviolet&amp;amp;action=edit&amp;amp;redlink=1" title="Radiasi ultraviolet (halaman belum tersedia)"&gt;radiasi  ultraviolet&lt;/a&gt; dari matahari bisa menyebabkan &lt;a class="new" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Melanoma&amp;amp;action=edit&amp;amp;redlink=1" title="Melanoma (halaman belum tersedia)"&gt;melanoma&lt;/a&gt; dan  beberapa penyakit kulit yang berbahaya.&lt;sup class="reference" id="cite_ref-21"&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kanker#cite_note-21"&gt;[22]&lt;/a&gt;&lt;/sup&gt;  Diperkirakan 2% dari penyakit kanker di masa yang akan datang  dikarenakan &lt;a class="new" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=CT_Scan&amp;amp;action=edit&amp;amp;redlink=1" title="CT Scan (halaman belum tersedia)"&gt;CT Scan&lt;/a&gt; di  saat ini.&lt;sup class="reference" id="cite_ref-22"&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kanker#cite_note-22"&gt;[23]&lt;/a&gt;&lt;/sup&gt;  Radiasi dari frekuensi radio tak berion dari &lt;a class="mw-redirect" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Telepon_seluler" title="Telepon seluler"&gt;telepon seluler&lt;/a&gt; dan sumber-sumber radio  frekuensi yang serupa juga dianggap sebagai penyebab kanker, tetapi  saat ini sangat sedikit bukti kuat yang mendukung keterkaitan ini.&lt;sup class="reference" id="cite_ref-23"&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kanker#cite_note-23"&gt;[24]&lt;/a&gt;&lt;/sup&gt;&lt;br /&gt;&lt;h3&gt;&lt;span class="editsection"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="mw-headline" id="Infeksi"&gt;Infeksi&lt;/span&gt;&lt;/h3&gt;Beberapa kanker bisa disebabkan &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Infeksi" title="Infeksi"&gt;infeksi&lt;/a&gt;.&lt;sup class="reference" id="cite_ref-24"&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kanker#cite_note-24"&gt;[25]&lt;/a&gt;&lt;/sup&gt;  Ini bukan saja berlaku pada binatang-binatang seperti &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Burung" title="Burung"&gt;burung&lt;/a&gt;,  tetapi juga pada &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Manusia" title="Manusia"&gt;manusia&lt;/a&gt;. Virus-virus ini berperan hingga 20%  terhadap terjangkitnya kanker pada manusia di seluruh dunia.&lt;sup class="reference" id="cite_ref-Viral04_25-0"&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kanker#cite_note-Viral04-25"&gt;[26]&lt;/a&gt;&lt;/sup&gt;.  Virus-virus ini termasuk &lt;a class="mw-redirect" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Papillomavirus" title="Papillomavirus"&gt;papillomavirus&lt;/a&gt; pada  manusia (&lt;a class="mw-redirect" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kanker_serviks" title="Kanker serviks"&gt;kanker serviks&lt;/a&gt;), &lt;a class="new" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Poliomavirus&amp;amp;action=edit&amp;amp;redlink=1" title="Poliomavirus (halaman belum tersedia)"&gt;poliomavirus&lt;/a&gt;  pada manusia (&lt;a class="new" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Mesothelioma&amp;amp;action=edit&amp;amp;redlink=1" title="Mesothelioma (halaman belum tersedia)"&gt;mesothelioma&lt;/a&gt;,  tumor otak), &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Virus_Epstein-Barr" title="Virus Epstein-Barr"&gt;virus Epstein-Barr&lt;/a&gt; (&lt;a class="new" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Penyakit_limfoproliferatif_sel-B&amp;amp;action=edit&amp;amp;redlink=1" title="Penyakit limfoproliferatif sel-B (halaman belum tersedia)"&gt;penyakit limfoproliferatif sel-B&lt;/a&gt; dan &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kanker_nasofaring" title="Kanker nasofaring"&gt;kanker nasofaring&lt;/a&gt;), &lt;a class="new" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Virus_herpes_penyebab_sarcoma_Kaposi&amp;amp;action=edit&amp;amp;redlink=1" title="Virus herpes penyebab sarcoma Kaposi (halaman belum tersedia)"&gt;virus herpes penyebab sarcoma Kaposi&lt;/a&gt; (&lt;a class="new" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Sarcoma_Kaposi&amp;amp;action=edit&amp;amp;redlink=1" title="Sarcoma Kaposi (halaman belum tersedia)"&gt;Sarcoma  Kaposi&lt;/a&gt; dan efusi limfoma primer), virus-virus &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Hepatitis_B" title="Hepatitis B"&gt;hepatitis  B&lt;/a&gt; dan &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Hepatitis_C" title="Hepatitis C"&gt;hepatitis C&lt;/a&gt; (&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kanker_hati" title="Kanker hati"&gt;kanker  hati&lt;/a&gt;), &lt;a class="new" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Virus-1_leukemia_sel_T&amp;amp;action=edit&amp;amp;redlink=1" title="Virus-1 leukemia sel T (halaman belum tersedia)"&gt;virus-1  leukemia sel T&lt;/a&gt; pada manusis (leukemia sel T), dan &lt;a class="new" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Helicobacter_pylori&amp;amp;action=edit&amp;amp;redlink=1" title="Helicobacter pylori (halaman belum tersedia)"&gt;helicobacter  pylori&lt;/a&gt; (&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kanker_lambung" title="Kanker lambung"&gt;kanker lambung&lt;/a&gt;).&lt;sup class="reference" id="cite_ref-Viral04_25-1"&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kanker#cite_note-Viral04-25"&gt;[26]&lt;/a&gt;&lt;/sup&gt;&lt;br /&gt;Data ekperimen dan epidemiologis menyatakan peran kausatif untuk  virus dan virus tampaknya menjadi faktor risiko kedua paling penting  dalam perkembangan kanker pada manusia, yang hanya dilampaui oleh  penggunaan tembakau.&lt;sup class="reference" id="cite_ref-zur_Hausen-viruses_26-0"&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kanker#cite_note-zur_Hausen-viruses-26"&gt;[27]&lt;/a&gt;&lt;/sup&gt;  Jenis tumor yang ditimbulkan virus dapat dibagi menjadi dua, jenis yang  &lt;i&gt;bertransformasi secara akut&lt;/i&gt; dan &lt;i&gt;bertransformasi secara  perlahan&lt;/i&gt;. Pada virus yang bertransformasi secara akut, virus  tersebut membawa onkogen yang terlalu aktif yang disebut onkogen-viral  (v-onc), dan virus yang terinfeksi bertransformasi segera setelah v-onc  terlihat. Kebalikannya, pada virus yang bertransformasi secara perlahan,  genome virus dimasukkan di dekat onkogen-proto di dalam genom induk.&lt;br /&gt;&lt;h3&gt;&lt;span class="editsection"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="mw-headline" id="Ketidakseimbangan_Metabolisme"&gt;Ketidakseimbangan  Metabolisme&lt;/span&gt;&lt;/h3&gt;Senyawa &lt;a class="mw-redirect" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Formaldehid" title="Formaldehid"&gt;formaldehid&lt;/a&gt; yang disintesis  di dalam &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Tubuh" title="Tubuh"&gt;tubuh&lt;/a&gt;,  seringkali terbentuk dari &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Lintasan_metabolisme" title="Lintasan metabolisme"&gt;lintasan metabolisme&lt;/a&gt; senyawa &lt;a class="new" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Xenobiotik&amp;amp;action=edit&amp;amp;redlink=1" title="Xenobiotik (halaman belum tersedia)"&gt;xenobiotik&lt;/a&gt;,  dapat membentuk &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Ikatan_kovalen" title="Ikatan kovalen"&gt;ikatan kovalen&lt;/a&gt; dengan &lt;a class="mw-redirect" href="http://id.wikipedia.org/wiki/DNA" title="DNA"&gt;DNA&lt;/a&gt;,  atau mengikat pada &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Serum_darah" title="Serum darah"&gt;serum&lt;/a&gt; &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Albumin" title="Albumin"&gt;albumin&lt;/a&gt;  dan &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Gugus_fungsional" title="Gugus fungsional"&gt;gugus&lt;/a&gt; &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Valina" title="Valina"&gt;valina&lt;/a&gt; dari &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Hemoglobin" title="Hemoglobin"&gt;hemoglobin&lt;/a&gt;,  dan menginduksi lintasan &lt;a class="new" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Karsinogenesis&amp;amp;action=edit&amp;amp;redlink=1" title="Karsinogenesis (halaman belum tersedia)"&gt;karsinogenesis&lt;/a&gt;.&lt;sup class="reference" id="cite_ref-27"&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kanker#cite_note-27"&gt;[28]&lt;/a&gt;&lt;/sup&gt;&lt;br /&gt;&lt;h3&gt;&lt;span class="editsection"&gt;[&lt;a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Kanker&amp;amp;action=edit&amp;amp;section=11" title="Sunting bagian: Ketidakseimbangan Hormonal"&gt;sunting&lt;/a&gt;]&lt;/span&gt; &lt;span class="mw-headline" id="Ketidakseimbangan_Hormonal"&gt;Ketidakseimbangan  Hormonal&lt;/span&gt;&lt;/h3&gt;Tingginya rasio plasma &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Hormon" title="Hormon"&gt;hormon&lt;/a&gt; &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Hormon_TGF" title="Hormon TGF"&gt;TGF-β&lt;/a&gt;,  yang merupakan regulator pada proses penyembuhan luka, akan  meningkatkan produksi &lt;a class="new" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Spesi_reaktif_oksigen&amp;amp;action=edit&amp;amp;redlink=1" title="Spesi reaktif oksigen (halaman belum tersedia)"&gt;ROS&lt;/a&gt;  pada &lt;a class="new" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Fibroblas&amp;amp;action=edit&amp;amp;redlink=1" title="Fibroblas (halaman belum tersedia)"&gt;fibroblas&lt;/a&gt;,  serta &lt;a class="mw-redirect" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Diferensiasi" title="Diferensiasi"&gt;diferensiasi&lt;/a&gt; fibroblas  menuju &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Fenotipe" title="Fenotipe"&gt;fenotipe&lt;/a&gt;  &lt;a class="new" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Miofibroblas&amp;amp;action=edit&amp;amp;redlink=1" title="Miofibroblas (halaman belum tersedia)"&gt;miofibroblas&lt;/a&gt;.&lt;sup class="reference" id="cite_ref-28"&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kanker#cite_note-28"&gt;[29]&lt;/a&gt;&lt;/sup&gt;&lt;br /&gt;&lt;h3&gt;&lt;span class="editsection"&gt;&lt;/span&gt;&amp;nbsp;&lt;span class="mw-headline" id="Disfungsi_Sistem_Kekebalan"&gt;Disfungsi Sistem  Kekebalan&lt;/span&gt;&lt;/h3&gt;&lt;table class="metadata plainlinks ambox mbox-small-left ambox-notice"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt; &lt;td class="mbox-image"&gt;&lt;a class="image" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Berkas:Wiki_letter_w.svg&amp;amp;filetimestamp=20060824093439"&gt;&lt;img alt="Wiki letter w.svg" height="20" src="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/6/6c/Wiki_letter_w.svg/20px-Wiki_letter_w.svg.png" width="20" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt; &lt;td class="mbox-text"&gt;Bagian ini membutuhkan &lt;a class="external text" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Kanker&amp;amp;action=edit" rel="nofollow"&gt;pengembangan&lt;/a&gt;&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;h3&gt;&lt;span class="editsection"&gt;&lt;/span&gt;&amp;nbsp;&lt;span class="mw-headline" id="Keturunan"&gt;Keturunan&lt;/span&gt;&lt;/h3&gt;Keturunan (genetik) merupakan salah satu faktor penting dalam  pembentukan kanker.&lt;br /&gt;Adanya faktor genetik dalam pembentukan kanker ini terjadi karena  salah penyebab kanker adalah &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Mutasi" title="Mutasi"&gt;mutasi&lt;/a&gt; DNA  yang memang diturunkan dari orangtua kepada anaknya, akan tetapi tidak  semua jenis kanker dapat diturunkan. hal tersebut dipengaruhi oleh letak  &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Mutasi" title="Mutasi"&gt;mutasi&lt;/a&gt;  pada DNA yang dialami dan juga &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Genotipe" title="Genotipe"&gt;genotipe&lt;/a&gt;  dari &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Mutasi" title="Mutasi"&gt;mutasi&lt;/a&gt;  yang terjadi.&lt;br /&gt;&lt;h4&gt;&lt;span class="editsection"&gt;&lt;/span&gt;&amp;nbsp;&lt;span class="mw-headline" id="Letak_kerusakan_DNA_yang_dialami"&gt;Letak  kerusakan DNA yang dialami&lt;/span&gt;&lt;/h4&gt;Ada 2 macam letak mutasi yang memicu terbentuknya kanker, yaitu  mutasi pada gen-gen &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Onkogen" title="Onkogen"&gt;onkogen&lt;/a&gt; dan mutasi pada gen-gen pensupresi tumor.  mutasi pada gen pensupresi tumor lah yang biasanya memicu penurunan  kanker. hal tersebut disebabkan karena zigot yang mengalami mutasi pada  gen onkogen biasanya tidak dapat bertahan hidup sehingga tidak dapat  diturunkan.&lt;br /&gt;&lt;h3&gt;&lt;span class="editsection"&gt;&lt;/span&gt;&amp;nbsp;&lt;span class="mw-headline" id="Penyebab_Lain"&gt;Penyebab Lain&lt;/span&gt;&lt;/h3&gt;&lt;table class="metadata plainlinks ambox mbox-small-left ambox-notice"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt; &lt;td class="mbox-image"&gt;&lt;a class="image" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Berkas:Wiki_letter_w.svg&amp;amp;filetimestamp=20060824093439"&gt;&lt;img alt="Wiki letter w.svg" height="20" src="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/6/6c/Wiki_letter_w.svg/20px-Wiki_letter_w.svg.png" width="20" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt; &lt;td class="mbox-text"&gt;Bagian ini membutuhkan &lt;a class="external text" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Kanker&amp;amp;action=edit" rel="nofollow"&gt;pengembangan&lt;/a&gt;.&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;h2&gt;&lt;span class="editsection"&gt;&lt;/span&gt;&amp;nbsp;&lt;span class="mw-headline" id="Patofisiologi"&gt;Patofisiologi&lt;/span&gt;&lt;/h2&gt;Kanker adalah kelas penyakit beragam yang sangat berbeda dalam hal  penyebab dan biologisnya. Setiap organisme, bahkan tumbuhan, bisa  terkena kanker. Hampir semua kanker yang dikenal muncul secara bertahap,  saat kecacatan bertumpuk di dalam sel kanker dan sel anak-anaknya  (lihat bagian &lt;a class="new" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Mekanisme&amp;amp;action=edit&amp;amp;redlink=1" title="Mekanisme (halaman belum tersedia)"&gt;mekanisme&lt;/a&gt;  untuk jenis cacat yang umum).&lt;br /&gt;Setiap hal yang bereplikasi memiliki kemungkinan cacat (mutasi).  Kecuali jika pencegahan dan perbaikan kecatatan ditangani dengan baik,  kecacatan itu akan tetap ada, dan mungkin diwariskan ke sel  anang/(daughter cell). Biasanya, tubuh melakukan penjagaan terhadap  kanker dengan berbagai metoda, seperti &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Apoptosis" title="Apoptosis"&gt;apoptosis&lt;/a&gt;,  molekul pembantu (beberapa polimerase DNA), &lt;a class="new" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Penuaan&amp;amp;action=edit&amp;amp;redlink=1" title="Penuaan (halaman belum tersedia)"&gt;penuaan&lt;/a&gt;/(senescence),  dan lain-lain. Namun, metoda koreksi-kecatatan ini sering kali gagal,  terutama di dalam lingkungan yang membuat kecatatan lebih mungkin untuk  muncul dan menyebar. Sebagai contohnya, lingkungan tersebut mengandung  bahan-bahan yang merusak, disebut dengan bahan &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Karsinogen" title="Karsinogen"&gt;karsinogen&lt;/a&gt;,  cedera berkala (fisik, panas, dan lain-lain), atau lingkungan yang  membuat sel tidak mungkin bertahan, seperti &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Hipoksia" title="Hipoksia"&gt;hipoksia&lt;/a&gt;.  Karena itu, kanker adalah penyakit progresif, dan berbagai kecacatan  progresif ini perlahan berakumulasi hingga sel mulai bertindak  berkebalikan dengan fungsi seharusnya di dalam organisme. Kecacatan sel,  sebagai penyebab kanker, biasanya bisa memperkuat dirinya sendiri  (self-amplifying), pada akhirnya akan berlipat ganda secara  eksponensial. Sebagai contohnya&amp;nbsp;:&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Mutasi dalam perlengkapan perbaikan-kecacatan bisa menyebabkan sel  dan sel anangnya mengakumulasikan kecacatan dengan lebih cepat.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Mutasi dalam perlengkapan pembuat sinyal (&lt;a class="mw-redirect" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Endokrin" title="Endokrin"&gt;endokrin&lt;/a&gt;) bisa mengirimkan sinyal  penyebab-kecacatan kepada sel di sekitarnya.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Mutasi bisa menyebabkan sel menjadi &lt;a class="new" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Neoplastik&amp;amp;action=edit&amp;amp;redlink=1" title="Neoplastik (halaman belum tersedia)"&gt;neoplastik&lt;/a&gt;,  membuat sel bermigrasi dan dan merusak sel yang lebih sehat.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Mutasi bisa menyebabkan sel menjadi kekal (immortal), lihat &lt;a class="new" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Telomeres&amp;amp;action=edit&amp;amp;redlink=1" title="Telomeres (halaman belum tersedia)"&gt;telomeres&lt;/a&gt;,  membuat sel rusak bisa membuat sel sehat rusak selamanya.&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;h3&gt;&lt;span class="editsection"&gt;&lt;/span&gt;&amp;nbsp;&lt;span class="mw-headline" id="Pembentukan_sel_kanker"&gt;Pembentukan sel kanker&lt;/span&gt;&lt;/h3&gt;Kondisi-kondisi yang dapat menyebabkan perubahan sel normal menjadi  sel kanker adalah hiperplasia, displasia, dan neoplasia. Hiperplasia  adalah keadaan saat sel normal dalam jaringan bertumbuh dalam jumlah  yang berlebihan. Displasia merupakan kondisi ketika sel berkembang tidak  normal dan pada umumnya terlihat adanya perubahan pada &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Inti_sel" title="Inti sel"&gt;nukleusnya&lt;/a&gt;.  Pada tahapan ini ukuran nukleus bervariasi, aktivitas &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Mitosis" title="Mitosis"&gt;mitosis&lt;/a&gt;  meningkat, dan tidak ada ciri khas &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Sitoplasma" title="Sitoplasma"&gt;sitoplasma&lt;/a&gt;  yang berhubungan dengan diferensiasi sel pada jaringan. Neoplasia  merupakan kondisi sel pada jaringan yang sudah berproliferasi secara  tidak normal dan memiliki sifat invasif.&lt;sup class="reference" id="cite_ref-29"&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kanker#cite_note-29"&gt;[30]&lt;/a&gt;&lt;/sup&gt;  Kelainan siklus sel, antara lain terjadi saat:&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;perpindahan &lt;a class="mw-redirect" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Fasa" title="Fasa"&gt;fasa&lt;/a&gt; G&lt;sub&gt;1&lt;/sub&gt; menuju fasa S.&lt;sup class="reference" id="cite_ref-30"&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kanker#cite_note-30"&gt;[31]&lt;/a&gt;&lt;/sup&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;siklus sel terjadi tanpa disertai dengan aktivasi &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Faktor_transkripsi" title="Faktor transkripsi"&gt;faktor transkripsi&lt;/a&gt;.&lt;sup class="reference" id="cite_ref-31"&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kanker#cite_note-31"&gt;[32]&lt;/a&gt;&lt;/sup&gt;  Pencerap &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Hormon_tiroid" title="Hormon tiroid"&gt;hormon tiroid&lt;/a&gt; beta1 (TRbeta1) merupakan &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Faktor_transkripsi" title="Faktor transkripsi"&gt;faktor transkripsi&lt;/a&gt; yang diaktivasi oleh &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Hormon" title="Hormon"&gt;hormon&lt;/a&gt; &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Tri-iodotironina" title="Tri-iodotironina"&gt;T3&lt;/a&gt; dan berfungsi sebagai supresor &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Tumor" title="Tumor"&gt;tumor&lt;/a&gt; dan  gangguan &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Gen" title="Gen"&gt;gen&lt;/a&gt;  THRB yang sering ditemukan pada kanker.&lt;sup class="reference" id="cite_ref-32"&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kanker#cite_note-32"&gt;[33]&lt;/a&gt;&lt;/sup&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;siklus sel terjadi dengan kerusakan &lt;a class="mw-redirect" href="http://id.wikipedia.org/wiki/DNA" title="DNA"&gt;DNA&lt;/a&gt;  yang tidak terpulihkan.&lt;sup class="reference" id="cite_ref-33"&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kanker#cite_note-33"&gt;[34]&lt;/a&gt;&lt;/sup&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;translokasi posisi &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kromosom" title="Kromosom"&gt;kromosom&lt;/a&gt; yang sering ditemukan pada kanker &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Sel_darah_putih" title="Sel darah putih"&gt;sel darah putih&lt;/a&gt; seperti &lt;a class="mw-redirect" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Leukimia" title="Leukimia"&gt;leukimia&lt;/a&gt; atau &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Limfoma" title="Limfoma"&gt;limfoma&lt;/a&gt;,  atau hilangnya sebagian &lt;a class="mw-redirect" href="http://id.wikipedia.org/wiki/DNA" title="DNA"&gt;DNA&lt;/a&gt; pada domain tertentu pada  kromosom.&lt;sup class="reference" id="cite_ref-34"&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kanker#cite_note-34"&gt;[35]&lt;/a&gt;&lt;/sup&gt;  Pada leukimia mielogenus kronis, 95% penderita mengalami translokasi  kromosom 9 dan 22, yang disebut &lt;a class="new" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Kromosom_filadelfia&amp;amp;action=edit&amp;amp;redlink=1" title="Kromosom filadelfia (halaman belum tersedia)"&gt;kromosom  filadelfia&lt;/a&gt;.&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;a class="new" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Karsinogenesis&amp;amp;action=edit&amp;amp;redlink=1" title="Karsinogenesis (halaman belum tersedia)"&gt;Karsinogenesis&lt;/a&gt;  pada &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Manusia" title="Manusia"&gt;manusia&lt;/a&gt;  adalah sebuah proses berjenjang sebagai akibat paparan &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Karsinogen" title="Karsinogen"&gt;karsinogen&lt;/a&gt;  yang sering dijumpai dalam lingkungan, sepanjang hidup, baik melalui &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Konsumsi" title="Konsumsi"&gt;konsumsi&lt;/a&gt;,&lt;sup class="reference" id="cite_ref-35"&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kanker#cite_note-35"&gt;[36]&lt;/a&gt;&lt;/sup&gt;  maupun &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Infeksi" title="Infeksi"&gt;infeksi&lt;/a&gt;.&lt;sup class="reference" id="cite_ref-36"&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kanker#cite_note-36"&gt;[37]&lt;/a&gt;&lt;/sup&gt;  Terdapat empat jenjang karsinogenesis:&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Tumor#Inisiasi_tumor" title="Tumor"&gt;inisiasi tumor&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;promosi tumor&lt;/li&gt;&lt;li&gt;konversi malignan&lt;/li&gt;&lt;li&gt;progresi tumor&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;h2&gt;&lt;span class="editsection"&gt;&lt;/span&gt;&amp;nbsp;&lt;span class="mw-headline" id="Diagnosis_kanker"&gt;Diagnosis kanker&lt;/span&gt;&lt;/h2&gt;Kebanyakan kanker dikenali karena tanda atau gejala tampak atau  melalui &lt;i&gt;screening&lt;/i&gt;. Kedua metode ini tidak menuju ke diagnosis  yang jelas, yang biasanya membutuhkan sebuah &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Biopsi" title="Biopsi"&gt;biopsi&lt;/a&gt;.  Beberapa kanker ditemukan secara tidak sengaja pada saat evaluasi medis  dari masalah yang tak berhubungan.&lt;br /&gt;Karena kanker juga dapat disebabkan adanya &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Metilasi" title="Metilasi"&gt;metilasi&lt;/a&gt;  pada promotor &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Gen" title="Gen"&gt;gen&lt;/a&gt;  tertentu, maka deteksi dini dapat dilakukan dengan menguji gen yang  menjadi &lt;i&gt;biomarker&lt;/i&gt; untuk kanker. Beberapa jenis kanker telah  diketahui status metilasi &lt;i&gt;biomarker&lt;/i&gt;-nya. Misalnya untuk &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kanker_payudara" title="Kanker payudara"&gt;kanker payudara&lt;/a&gt; dapat digunakan biomarker &lt;i&gt;BRCA&lt;/i&gt;,  sedangkan untuk &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kanker_kolorektal" title="Kanker kolorektal"&gt;kanker kolorektal&lt;/a&gt; dapat menggunakan &lt;i&gt;biomarker&lt;/i&gt;  &lt;i&gt;Sox&lt;/i&gt;17.&lt;br /&gt;Deteksi dini ini sangat penting. Pada beberapa kanker seperti kanker  kolorektal apabila diketahui sejak dini peluang untuk sembuh lebih  besar.&lt;sup class="reference" id="cite_ref-37"&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kanker#cite_note-37"&gt;[38]&lt;/a&gt;&lt;/sup&gt;  Selain itu, deteksi dini dapat memudahkan dokter untuk memberikan  pengobatan yang sesuai.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5730375004224735289-2170148206310668724?l=seratsehat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://seratsehat.blogspot.com/feeds/2170148206310668724/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://seratsehat.blogspot.com/2011/02/pengertian-tentang-penyakit-kanker.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5730375004224735289/posts/default/2170148206310668724'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5730375004224735289/posts/default/2170148206310668724'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://seratsehat.blogspot.com/2011/02/pengertian-tentang-penyakit-kanker.html' title='Pengertian Tentang Penyakit Kanker'/><author><name>widi yulianto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04070809146214167066</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
